Mungkin Aku Terlalu Berharap Banyak


Mungkin Aku Terlalu Berharap Banyak


Rasanya semua terjadi begitu cepat,
kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh
setiap hari  rasanya berbeda dan tak lagi sama, kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku, hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong dalam hatiku. Tak ada lagi percakapan yang biasa seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa, Entahlah perasaan ini tumbuh melebihi batas yang ku tau, aku menjadi takut kehilanganmu.
Siksaan datang bertubi-tubi saat tubuhmu tak berada di sampingku, kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku. Rasanya ada sebab yang tak ku mengerti sedikit pun, aku sulit jauh darimu. Aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan udara. Nafasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mataku. Salahkah jika kamu selalu ku nomor satukan, tapi,….. entah mengapa? Sikapmu tak seperti sikapku, perhatianmu tak sedalam perhatianku, tatapanmu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan diantara aku dan kamu, apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?
Mungkin kamu belum terlalu paham tentang perasaanku, karna kau emang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku sering kali menjatuhkan air mata untukmu, aku selalu merasa kehilangan kamu, dan kamu pun selalu pergi tanpa meminta izin.
Meminta izin,.. emangnya aku siapa ? kekasihmu,.. bodoh, tolol. Bisa memiliki fotomu pun aku sudah bersyukur, apalagi bisa memilikimu seutuhnya, mungkin kah,…. Aku lelah ya Allah,…. begitu sering aku mencoba menjauh, tapi engkau selalu datang dalam mimpiku hingga aku tak dapat menhitung berapa banyak dan berapa kali engkau hadir dalam mimpiku. lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu, pandang lah aku yang mencintaimu dengan tulus  namun engkau hempaskan dengan begitu mulus.
Seberapa tidak pentingkah aku, apakah aku hanya persimpangan jalan yang sering kau abaikan juga kau tinggalkan?, Apakah aku tak berharga dimatamu?, Apakah aku hanya boneka yang selalu ikut aturanmu?, dimana hatimu?.
Siapakah orang yang telah beruntung, karna telah mimiliki hatimu, mungkin semua memang salahku, yang sudah menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku, yang bermimpi menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah bila perasaanku tumbuh melebihi batas kewajaran, aku mencintaimu tidak hanya sebagai teman, tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai dalam hidupku,………
Namun semua jauh dari harapku selama ini, mungkin aku terlalu berharap, dan pasti kamu tak sadar jika aku berbohong bila aku bisa begitu mudah melupakanmu menjauhlah aku ingin dekat-dekat dengan kesepian
.

1 komentar: